WORKSHOP SELF-REGULATED LEARNING UNTUK MENYIAPKAN SISWA SMA MENJADI LIFELONG LEARNERS
Keywords:
Self-regulated learning, pembelajaran bahasa Inggris, kemampuan membaca, pembelajaran berbasis proyek, pemelajar sepanjang hayatAbstract
Perkembangan pendidikan abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki kemampuan belajar mandiri agar mampu beradaptasi dengan tuntutan akademik dan perubahan global yang dinamis. Salah satu pendekatan yang relevan untuk menjawab tantangan tersebut adalah Self-Regulated Learning (SRL), yang menempatkan siswa sebagai pengelola utama proses belajarnya. Kegiatan ini bertujuan untuk menerapkan pendekatan Self-Regulated Learning dalam pembelajaran bahasa Inggris guna meningkatkan penguasaan kosakata dan kemandirian belajar siswa SMA. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus melalui kegiatan workshop yang melibatkan 19 siswa SMA Bahrul Ulum Sekapuk. Data dikumpulkan melalui observasi langsung selama proses pembelajaran serta dokumentasi hasil kegiatan dan proyek siswa. Workshop dilaksanakan melalui beberapa tahapan, yaitu penjajakan kemampuan awal siswa, penyampaian teori Self-Regulated Learning, kegiatan warm-up berupa pengenalan kosakata (Vocabulary Activities), reading comprehension, serta penerapan Project-based Learning. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan proses dan hasil penerapan Self-Regulated Learning dalam pembelajaran bahasa Inggris. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman kosakata bahasa Inggris serta menunjukkan keterlibatan dan motivasi belajar yang lebih tinggi. Siswa juga mulai mampu merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajarnya secara mandiri melalui aktivitas proyek dan refleksi. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek mendorong kreativitas, rasa percaya diri, dan kemampuan siswa dalam mengaplikasikan kosakata dalam konteks yang tepat. Dengan demikian, penerapan Self-Regulated Learning melalui workshop terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan bahasa Inggris sekaligus membentuk karakter siswa sebagai pembelajar mandiri dan pembelajar sepanjang hayat.
References
1. Heryana, A., & al., et. (2024). Self-regulated learning dan faktor-faktor yang memengaruhinya dalam pembelajaran. Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran, 31(1), 15–27.
2. Sutikno, S. (2016). Pembelajaran dan strategi belajar mengajar. Refika Aditama.
3. Dinata, P. A. C., Suryadi, D., & Prabawanto, S. (2016). Self-regulated learning dan prestasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan, 17(1), 45–54.
4. Judijanto, L. (2025). Integrasi self-regulated learning dalam kebijakan dan praktik pendidikan abad ke-21. Jurnal Inovasi Pendidikan, 10(1), 1–12.
5. Yulistiani, N., & al., et. (2022). Karakteristik siswa dengan self-regulated learning dalam proses pembelajaran. Jurnal Psikologi Pendidikan, 14(1), 33–44.
6. Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2
7. Wahid, A., & al., et. (2023). Penerapan self-regulated learning dalam pembelajaran membaca bahasa Inggris. Jurnal Pendidikan Bahasa, 12(2), 89–102.
8. Aminah, S., & Maulida, I. (2020). The implementation of self-regulated learning to improve students’ speaking skill. Journal of English Language Teaching, 9(2), 123–131.



