PEMANFATAAN APLIKASI E-SIGNAL MELALUI PSIKOEDUKASI DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN PERCEIVED EASE OF USE WAJIB PAJAK
Keywords:
e-SIGNAL; kemudahan persepsi kemudahan sistem; psikoedukasi; sosialisasi digitalAbstract
Pemanfaatan aplikasi e-SIGNAL (Samsat Digital Nasional) sebagai inovasi pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor masih menghadapi tantangan berupa rendahnya Perceived Ease of Use (PEOU) di kalangan wajib pajak. Rendahnya persepsi kemudahan penggunaan berpotensi menghambat adopsi layanan digital perpajakan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas intervensi psikoedukasi dan sosialisasi digital dalam meningkatkan PEOU wajib pajak terhadap penggunaan aplikasi e-SIGNAL. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test–post-test dengan melibatkan 22 responden wajib pajak di Kantor Samsat OKU 1. Instrumen penelitian berupa kuesioner pre-test dan post-test yang terdiri dari 10 item pernyataan dengan nilai reliabilitas Cronbach’s alpha sebesar 0,78. Intervensi dilaksanakan pada 6–7 Agustus 2025 melalui tiga tahapan, yaitu penyampaian materi psikoedukasi, simulasi langsung penggunaan aplikasi e-SIGNAL, serta penyediaan media digital berupa video tutorial dan Linktree sebagai pusat informasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada seluruh indikator PEOU, di mana pemahaman konsep PEOU meningkat dari 31,8% menjadi 100%, pemahaman fungsi e-SIGNAL dari 18,2% menjadi 100%, pemahaman fungsi Linktree dari 63,6% menjadi 100%, serta pemahaman manfaat Linktree dari 0% menjadi 100%. Selain itu, terjadi perubahan perilaku peserta yang secara aktif mengunduh dan mencoba aplikasi setelah kegiatan simulasi. Disimpulkan bahwa kombinasi psikoedukasi, praktik langsung, dan pemanfaatan media digital efektif dalam meningkatkan Perceived Ease of Use serta mendorong penerimaan aplikasi e-SIGNAL oleh wajib pajak.
References
1. Republik Indonesia. (2021). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan. Sekretariat Negara.
2. Organisation for Economic Co-operation and Development. (2020). Tax administration 3.0: Digital transformation of tax administration. OECD Publishing.
3. Rogers, E. M. (2003). Diffusion of innovations (5th ed.). Free Press.
4. Viva, Y., Pratiwi, R., & Ananda, F. (2021). Pajak kendaraan bermotor sebagai sumber pendapatan asli daerah provinsi. Jurnal Administrasi Publik, 11(2), 145–156.
5. Korlantas Polri. (2022). Pedoman sistem administrasi manunggal satu atap dan implementasi SIGNAL. Polri.
6. Putra, A. R., & Handayani, S. (2020). Digitalisasi pelayanan perpajakan dan dampaknya terhadap kepatuhan wajib pajak. Jurnal Kebijakan Publik, 14(1), 67–78.
7. Sari, D. P., & Widodo, T. (2019). Tantangan adopsi layanan publik digital pada masyarakat usia lanjut. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(3), 221–231.
8. Ferianata, R., & Zubaidah, S. (2025). Evaluasi efektivitas aplikasi SIGNAL dalam pelayanan pajak kendaraan bermotor. Jurnal Administrasi Negara, 12(1), 55–68.
9. Devaranti, N., Hidayat, R., & Prasetyo, A. (2023). Hambatan implementasi teknologi informasi pada layanan publik berbasis digital. Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 6(2), 89–101.
10. Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
11. Venkatesh, V., & Bala, H. (2008). Technology acceptance model 3 and a research agenda on interventions. Decision Sciences, 39(2), 273–315.
12. Simanjuntak, R., Lumbangaol, J., & Hutapea, M. (2025). Pengaruh pengetahuan dan sosialisasi pajak terhadap kepatuhan wajib pajak. Jurnal Akuntansi dan Perpajakan, 7(1), 45–58.
13. Nugroho, V. Q., & Kurnia, K. (2020). Sosialisasi perpajakan dan kepatuhan wajib pajak orang pribadi. Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 23(2), 112–123.
14. Lukens, E. P., & McFarlane, W. R. (2004). Psychoeducation as evidence-based practice. Brief Treatment and Crisis Intervention, 4(3), 205–225.
15. Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
16. Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
17. Lukens, E. P., & McFarlane, W. R. (2004). Psychoeducation as evidence-based practice: Considerations for practice, research, and policy. Brief Treatment and Crisis Intervention, 4(3), 205–225.
18. Sekaran, U., & Bougie, R. (2016). Research methods for business: A skill-building approach (7th ed.). Wiley.
19. Venkatesh, V., & Bala, H. (2008). Technology acceptance model 3 and a research agenda on interventions. Decision Sciences, 39(2), 273–315.
20. Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
21. Carter, L., & Bélanger, F. (2005). The utilization of e-government services: Citizen trust, innovation and acceptance factors. Information Systems Journal, 15(1), 5–25.
22. Lukens, E. P., & McFarlane, W. R. (2004). Psychoeducation as evidence-based practice. Brief Treatment and Crisis Intervention, 4(3), 205–225.
23. van Dijk, J. (2005). The deepening divide: Inequality in the information society. Sage Publications.
24. Venkatesh, V., & Bala, H. (2008). Technology acceptance model 3 and a research agenda on interventions. Decision Sciences, 39(2), 273–315.
25. Shareef, M. A., Kumar, V., Kumar, U., & Dwivedi, Y. K. (2011). E-government adoption model (GAM). Journal of Business Research, 64(9), 914–922.
26. Al-Hujran, O., Al-Debei, M. M., Chatfield, A., & Migdadi, M. (2015). The imperative of influencing citizen attitude toward e-government adoption. Computers in Human Behavior, 53, 189–203.
27. Mayer, R. E. (2009). Multimedia learning (2nd ed.). Cambridge University Press.
28. Sweller, J. (1988). Cognitive load during problem solving. Cognitive Science, 12(2), 257–285



